Rahasia Indah

Tak terbayangkan
berjumpa dengan dirimu

menjadi awal
kisah kita berdua

terlanjur jauh
sudah kujatuh hati padamu

tanpa kupikir lagi
nyatanya kusalah

mengapa tak kau
katakan kau tlah berdua

mengapa
berdusta tuk raih cintaku

mestinya kau jujur
padaku tulus padaku

mungkin ku tak
membalas

ku tak mau
berbagi cinta dengannya

karena ku tak
ingin ada yang terluka

biarlah yang
lalu menjadi sebuah rahasia indah kita berdua

dia yang pantas
dapatkan cinta darimu

karena dia yang
pertama mencintamu

kini berakhir
sudah kepada keputusanku

meskipun itu
perih ku rela kau pergi

“Lagu ini pas banget sama cerita gue
sekarang. Kayanya penciptanya juga pernah mengalami hal yang sama”, dalam hati Chaca.
Tok…tok…tok… pintu kamar diketuk. Siapa? Gue, Aya. Masuk, pintunya ngga gue
kunci! Aya mematikan MP4 yang memutar lagu Rahasia Indah. Tiba-tiba Chaca
membentak Aya, “Elo mau ngajak ribut?” Aya duduk di dekat Chaca, dia kaget mata
yang biasanya teduh terlihat sembab. Elo, abis nangis, ya? Ngga, ngapain gue nangis?
Harusnya gue yang tanya gitu sama elo, kita udah lama kenal gue tau ada yang
beda sama elo. Nyokap, elo telpon minta gue nengokin anak kesayangannya. Masa
elo ngga kangen sama gue. Chaca memeluk Aya, “maafin gue ya!” Iya, sekarang elo
cerita! Ari, udah punya cw. Maksud elo dia selingkuh? Bukan, dia jadikan gue
yang kedua. Kok bisa, gimana ceritanya? Waktu pdkt sama gue ternyata dia udah
punya cw. Tiap Kamis dia pulang ke Banjarmasin
nemuin cw nya dan malam minggu sama gue. Pantas dia ngga pernah ngajak gue buat
kenalan sama ortu nya, kalau pun ngajak pasti waktu gue lagi banyak tugas
kuliah, mid dan praktikum. Elo, tau semua itu dari mana? Udah dicek
kebenarannya, siapa tau itu cuma kerjaan orang yang sirik sama hubungan kalian.
Kemaren gue ke Banjarmasin,
ke asrama cw nya Ari. Dia cerita banyak ke gue. Elo yakin dia bisa dipercaya.
Gue lihat sms-sms Ari di hp cw itu. Dia bilang kalau Ari mau mutusi gue, karena
gue selingkuh sama Dana. Dan dia juga bilang kalau dia cinta sama cw itu. Sama
gue dibilang sebaliknya kalau dia mau mutusi cw itu karena cintanya buat gue.
Gue ngaku salah sempat deket sama Dana, itu karena Ari ngga pernah
memperlakukan gue seperti seorang pacar. Pantas dia ngga marah, gue ngaku
selingkuh dan waktu gue minta balik dia mau. Bukan gue membela diri tapi
kejadian itu udah lama banget kalau dia pengen putus dengan alasan itu kenapa
dia ngga nolak gue. Gue ancur banget. Jadi sekarang elo sama Ari putus? Ngga.
Kenapa, Cha? Gue ngga bisa, gue cinta sama dia. Dia bilang menyesal dan berusaha
berubah, karena dia juga cinta gue. Kalau itu yang elo putuskan gue ngga bisa
apa-apa, selain ngedukung. Tapi ingat kalau semua ternyata ngga berjalan
seperti yang elo harapkan ngga pernah terlambat untuk kembali. Makasih, elo
emang sohib gue. Seharusnya Ari bersyukur punya elo yang mencintainya. Elo
salah gue punyak banyak kekurangan. Dalam hati Aya, “bukan gue tapi elo yang
salah Cha, elo nyaris sempurna kalau bukan karena cinta Ari.”

Dua
bulan kemudian.

Keadaan
yang sama seperti dua bulan yang lalu. Elo ngga perlu cerita apapun gue udah
tau semua. Elo ingat gue pernah bilang, kalau semua ternyata ngga berjalan
seperti yang elo harapkan ngga pernah terlambat untuk kembali. Gue yakin ini
saatnya. Gue ngga bisa tanpa Ari. Jadi elo mau maafin dia lagi dan membiarkan
dia melakukan hal yang sama berulang kali. Menyakiti elo dengan pacaran sama cw
lain. Itu yang elo mau? Jawab gue Cha! Lihat ke cermin ini! Elo cantik, dan
punya segalanya. Bahkan banyak cowo di luar sana yang benar-benar mencintai elo. Kalau saja
elo mau mereka bisa bertekuk lutut untuk cinta elo. Tapi gue ngga mau itu Ya,
cuma Ari. Gue yakin elo bisa tanpa Ari, ini cuma masalah waktu. Sayangnya gue
ngga yakin. Dari dulu keras kepala elo ngga berubah, Cha. Berhentilah menyakiti
diri sendiri! Cinta itu saling bukan egoisme diri. Bukan elo yang Ari cinta
terima itu. Nanti dia akan menyesal melukai perasaan cw yang dengan tulus
mencintainya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s